Selasa, 28 Juni 2016

Perilaku Konsumen dan Produsen dalam Kegiatan Ekonomi

a. Konsumsi

Konsumsi adalah setiap tindakan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan manfaat suatu benda. Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi adalah pendapatan, harga barang dan jasa, sikap, adat istiadat, barang substitusi, serta mode.
Dalam perilaku konsumen kita mengenal hukum Gossen I dan II. Hukum Gossen I menyatakan bahwa jika pemuasan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus - menerus, mula - mula kenikmatan tinggi semakin lama semakin turun sampai terdapat tingkat kejenuhan. Hukum Gossen I menyatakan bahwa manusia memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam dengan intensitas yang sama.

b. Produksi

Produksi adalah setiap kegiatan yang bertujuan menambah atau menciptakan nilai suatu benda. Faktor produksi meliputi SDA, SDM, modal, dan kewirausahaan.
Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan tingkat ( kombinasi ) penggunaan input - input.
Agar proses produksi mencapai titik maksimal, diperlukan adanya peningkatan produktivitas dengan jalan menambah faktor - faktor produksi. Akan tetapi, menurut David Ricardo penambahan faktor produksi tidak selalu dapat memberikan hasil sebanding seperti yang digambarkan dalam Hukum Hasil Lebih yang Semakin Berkurang atau The Law of Diminishing Returns yang berbunyi " Dengan suatu teknik tertentu, maka mulai titik tertentu penambahan faktor produksi tidak lagi memberikan penambahan hasil produksi yang sebanding ". Dengan kata lain, tambahan hasil lama - lama akan menurun meskipun faktor produksi terus bertambah.

c. Peranan Pelaku Ekonomi

1. Rumah tangga konsumsi ( konsumen ) : sebagai konsumen ( mengonsumsi barang dan jasa ), pemasok faktor produksi ( faktor produksi yang ditawarkan berupa tanah, tenaga kerja, modal, dan keahlian ), serta penerima imbalan ( sewa, upah, laba, dan bunga modal ).
2. Rumah tangga produksi ( perusahaan ) : sebagai produsen ( menghasilkan barang dan jasa ), pengguna faktor produksi, dan agen pembangunan.
3. Rumah tangga negara ( pemerintah ) : sebagai pengatur ( menetapkan kebijakan perekonomian ), konsumen ( mengonsumsi barang dan jasa ), serta produsen ( menjalankan perusahaan negara ).
4. Masyarakat ekonomi luar negeri : sebagai konsumen ( mengonsumsi barang ekspor ), produsen ( mengekspor barang ke negara lain ), investor ( penanam modal ), dan sumber tenaga ahli.

Jumat, 28 Maret 2014

Tari Saman

Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo (Gayo Lues) yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh TenggaraTari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna. Tarian ini khususnya ditarikan oleh para pria. Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :
1. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
2. Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Tarian saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang,kirep,lingang,surang-saring(semua gerak ini adalah bahasa Gayo). Pada umumnya,Tarian saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil.Pendapat Lain mengatakan Tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 orang,dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi.Namun, dalam perkembangan di era modern yang menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syeikh. Selain mengatur gerakan para penari,Syeikh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman.

Demikianlah ulasan saya tentang Keindahan Tari Saman. Tunggu ulasan saya tentang Keindahan Tarian di Indonesia yang lainnya, tetap cek alamat blog saya yaitu sonya-pransintiadewi.blogspot.com. Terima kasih dan semoga bermanfaat.